Showing posts with label Freak. Show all posts
Showing posts with label Freak. Show all posts

Sunday, February 12, 2017

[Tugas Sekolah] Menyikapi Pengaruh Hallyu “Gelombang Korea” di Indonesia

[Judul Opini]
Menyikapi Pengaruh Hallyu “Gelombang Korea” di Indonesia


[Paragraf Latar Belakang]
Korea (Korea Selatan) merupakan salah satu dari deretan negara besar di asia, negara dengan sebutan negeri ginseng ini semakin tenar hampir di seluruh belahan dunia, terutama saat pra dan pasca ajang olahraga sepak bola terbesar “Piala Dunia 2002 Korea-Jepang” dilangsungkan. Bermacam promosi yang dilakukan Korea ternyata tidak berhenti disitu saja, dengan dominasi promosi melalui unsur seni, Korea berhasil melakukan penetrasi tidak hanya di asia, namun juga ke daratan eropa dan amerika.


Gencarnya penetrasi yang dilakukan Korea untuk mengenalkan bangsa dan budayanya melalui unsur seni, memicu banyak kalangan di negara lain di berbagai belahan dunia untuk mengenal dan mempelajari bahasa serta budaya Korea, fenomena ini dikenal pula dengan istilah “Hallyu” atau “Korean Wave (Gelombang Korea)”.


[Paragraf Rumusan Masalah]
Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru, sama halnya ketika pengaruh negara barat masuk ke daratan asia. Namun dengan penetrasi masif yang dilakukan Korea, yang akhirnya berhasil menyalip dan mengungguli pengaruh budaya ke berbagai negara di belahan dunia, termasuk Indonesia. Seiring waktu dan perkembangan media, pengaruh Hallyu semakin kuat didukung dengan karya-karya yang tanpa henti dibuat dan disebarkan. Produk seni yang menjadi media yang dipopulerkan pun beragam, mulai dari drama, musik, dan film. Tak heran di era perkembangan teknologi informasi seperti sekarang ini pengaruh Hallyu seakan sudah tidak bisa dibendung, dengan kata lain budaya dan nuansa Korea sudah wajar dijumpai di tanah air.


[Paragraf Pertajam Masalah]
Secara sadar atau tidak, pengaruh Hallyu di Indonesia sudah begitu kental, hal ini menimbulkan banyak pandangan dari berbagai aspek. Banyak hal yang menjadi indikasi seperti film drama korea serta musik K-Pop (Korean Pop) pada khususnya yang semakin membanjiri pasar industri seni dan kreatif. Tidak hanya itu, bahkan sudah banyak pelaku bisnis yang membawa produk-produk Korea yang menjalar di tanah air.


Pada situasi tertentu, hal ini tentu menciptakan keresahan akan pola konsumtif masyarakat yang seolah terjajah produk luar, lebih jauh ketakutan akan adanya pergeseran budaya pada generasi muda yang terus habis digerogoti. Menyikapi hal ini tentu tidak mudah, namun dengan pandangan terbuka dan bijak serta adanya pemahaman dan perhatian dari masyarakat itu sendiri, setidaknya meminimalisir kegelisahan yang muncul.


[Paragraf Opini Solusi]
Melakukan penolakan terhadap budaya luar tentu bukan satu-satunya solusi, namun upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mengenali dan memahami budaya luar tersebut. Jika melihat dari perspektif lain, adanya pengaruh budaya luar bisa juga menimbulkan cross-cultural dalam esensi yang positif, kolaborasi budaya bisa dilakukan untuk memperkaya wawasan masyarakat dan justru membangkitkan semangat untuk mengenal suatu budaya lebih jauh. Perihal ini tentu harus ada pemahaman dari semua pihak dalam berbagai aspek untuk mengedukasi masyarakat, dengan sedikit kontrol diharapkan memberikan dampak dan pemahaman yang baik, dibanding adanya sikap antipati yang justru membuat sudut pandang menjadi bias.


[Paragraf Pertajam Solusi dan Simpulan Opini]
Banyak efek yang bisa ditelaah dari Hallyu, dengan fenomena semacam ini mampu menggebrak kondisi bangsa dalam hal budaya, sehingga memberikan daya picu masyarakat untuk lebih mengenal budaya lebih luas. Tidak sedikit generasi muda yang terpacu kreativitasnya dalam karya seni tanpa melupakan budaya asli bangsa. Beragam karya seni bermunculan dengan banyak variasinya, mengkolaborasikan Hallyu dengan budaya asli, sembari mengenal dan mempromosikan budaya bangsa secara global. Diharapkan adanya pemahaman melalui budaya ini justru semakin meningkatkan daya produktif masyarakat dalam hal inovasi, sehingga dapat menciptakan peningkatan nilai jual dalam industri seni dan kreatif, yang tentu dapat berdampak signifikan untuk peningkatan ekonomi bangsa dan tanah air.

Wednesday, August 26, 2015

upgrade KTP seumur hidup

Berawal dari cerita tahun lalu soal mengurus kartu ATM http://blog.bepsml.name/2014/12/urus-kartu-atm-dan-ktp-hilang.html, NAH beberapa bulan lalu sempat mudik dan gw gunakan kesempatan yang singkat tersebut untuk mengurus KTP yang hilang entah kemana. Pada hari terakhir gw stay di kampung halaman, ternyata masih ada urusan lain yang perlu ditangani, hampir lupa tujuan utama untuk mengajukan pembuatan KTP pengganti, tepat setelah jam makan siang pada hari tersebut langsung gerak cepat untuk menyusun rencana.

Tanpa pikir panjang dengan berbekal dokumen seadanya yang mungkin diperlukan, tujuan pertama yang akan didatangi adalah kantor kelurahan. Sebetulnya di setiap RT/RW sudah ada petugas yang biasa mengurusi administrasi warga, berhubung waktu mepet saat itu tidak berfikir untuk datang terlebih dahulu ke pak RT, jika ada banyak waktu maka sempatkanlah, sembari bersilaturahmi. Ntar kalo ilang lagi ya pak XD.

Sampai di kantor kelurahan tampak petugas sudah mulai sepi, kemungkinan karena gw datang terlalu siang bahkan hampir sore, beruntunglah masih ada petugas yang masih standby dan mau menerima serta mendengarkan curhatan gw, setelah mengutarakan maksud serta tujuan, barulah petugas kelurahan memberikan form surat pengantar untuk kemudian nanti diberikan ke kantor kecamatan. Belum selesai mengisi form, pak petugas menanyakan pas foto dan celakanya menariknya gw gak mempersiapkan itu, karena berfikir data-data untuk keperluan KTP sudah terekam dalam database saat pertama kali pembuatan e-KTP. Sembari memohon agar pak petugas nya untuk setia menunggu, beruntunglah gw masih menyimpan foto digital, dan meluncurlah cari tempat percetakan terdekat. 30 menit kemudian kembali ke kantor kelurahan dan tampak pak petugas dengan lesu menunggu. Ternyata si foto tersebut digunakan hanya untuk ditempel pada surat pengantar, dan 1 foto untuk lampiran ke kecamatan. Sembari berterimakasih tak lupo salam tempel untuk mengganti waktu ngaso sang petugas yang mungkin terpotong. Ingat kalo salaman itu harus nempel tanda keakraban :p

Hari sudah masuk waktu sore, syukurlah kantor kecamatan tidak jauh dari kelurahan dimana gw meminta surat pengantar, sampai di kantor kecamatan bertemu dengan penerima tamu, dengan singkat menjelaskan kedatangan dilengkapi dokumen yang sudah dipersiapkan. Berhubung karena sudah sore, tidak semua petugas masih berada di kantor termasuk yang mengurusi pembuatan KTP, sehingga dikabari kemungkinan akan di proses keesokan harinya dan sudah langsung bisa diambil.
Meski gw gak bisa memastikan bisa ambil besok harinya, karena malam harinya akan langsung balik ke Ibukota, beruntung pengambilan KTP ternyata bisa diwakilkan, setidaknya dokumen persyaratan sudah gw berikan semua.

Lalu apanya yang seumur hidup? oh ya malah kebanyakan cerita. Berbulan-bulan tanpa KTP di Ibukota, karena memang tidak ada keperluan yang benar-benar mendesak untuk menggunakan KTP, dan bahkan hampir lupa. Terakhir mudik saat lebaran barulah gw terima KTP yang sudah jadi lama semenjak pengajuan itu. Dapat cerita KTP diantar langsung oleh petugas RT/RW tidak lama sebelum lebaran, jadi ceritanya si KTP menginap lumayan lama juga di kantor kecamanatan karena tidak diambil :D sejak pertama pegang KTP itulah melihat ada yang rada unik karena masa berlakunya SEUMUR HIDUP. Berselancar di internet sesuai info dari kemendagri bahwa memang KTP yang dibuat mulai pada penghujung 2014 dan seterusnya berlaku seumur hidup dalam rangka efisiensi anggaran. Soal atuanya tidak tau juga sih berlaku selamanya atau tidak, itu tergantung sama pemerintahnya saja nanti yang mengaturnya mau gimana. Yang penting sekarang gw udah punya KTP lagi dan berlaku SEUMUR HIDUP.

Masuk ke sesi kesimpulan, langkah yang dilakukan untuk pengajuan pembuatan/penggantian KTP adalah:
  1. Disarankan minta surat pengantar dulu ke pak RT, GRATIS
  2. Datang ke kantor kelurahan untuk meminta surat pengantar ke kecamatan, GRATIS
  3. Setelah semua dokumen lengkap, datang ke kantor kecamatan, GRATIS

Dokumen-dokumen yang dipersiapkan:
  1. Surat keterangan kehilangan dari kepolisian, dalam kasus gw kehilangan KTP
  2. Salinan Kartu Keluarga
  3. Pas foto 2x3 sebanyak 2 lembar
  4. Surat pengantar RT jika memang minta ke pak RT
  5. Surat pengantar dari kantor kelurahan
  6. lupa apalagi ya

Hal yang menjadi saran dari pengalaman gw:
  • secanggih apapun jaman, selalu siap sedia pas foto yang dicetak dan disimpan dalam dompet tidak ada salahnya
  • jika pengambilan KTP tidak memungkinkan pada hari yang sama, dan atau akan diambil dan diwakilkan, harap minta surat tanda terima dari kantor kecamatan
selebihnya nanti update, sekian XD

Saturday, August 22, 2015

ekspedisi ke Soetta 779 Bandung

On Trip

Ini perjalanan gw kemarin ke daerah Bandung, setelah dapat tugas mendadak sehari sebelumnya untuk melakukan ekspedisi. Bermodal pengalaman ngebolang ke wilayah bandung dengan sedikit bantuan si mbah, lokasi target pun udah bisa kebayang. Meski dikasih jatah yang lumayan untuk menggunakan pesawat darat eksekutif, gw tetep berencana untuk menggunakan bis saja dengan alasan lebih cepat dan akses lebih mudah, juga sensasi penjelajahan lebih seru ketimbang pake angkutan lain :p

Jam 8 pagi lewat dikit gw mulai beranjak, tak lupa untuk melakukan "panggilan tak perlu dijawab" ke si bang Zul yang kemungkinan besar masih molor. Tujuan pertama adalah terminal bis Depok, sebenernya ini bukan pilihan awal, karena pilihan gw pertama adalah bis Primajasa Cililitan-Tasikmalaya, dan turun di tol keluar cileunyi. Turun dari kopaja dengan tiket IDR 4000 sampailah di st Kalibata, dan langsung sambung KRL arah Depok yang tiketnya paling kepotong IDR 2000 dari e-money. Nah! bang Zul pun sms, kasih tau baru bangun dan siap jalan ke Terminal Depok. Terminal nya sendiri dekat ke st Depok Baru dimana gw akan berhenti disana. Tepat jam 9 gw udah standby di terminal Depok, 15 menit kemudian barulah penguasa Kota Depok muncul. Ya bang Zul si penguasa Depok, itulah alasan gw untuk meluncur ke terminal Depok.

Tampaknya cuma ada 1 pilihan bis jurusan Depok-Bandung (terminal Leuwipanjang) bernama MGI, dengan harga tiket terpampang jelas seharga IDR 70000, lebih murah dibanding pake travel tapi hampir dua kali lipat dari harga kalo pake Primajasa dari cililitan sih, berhubung semua pendanaan sudah disiapkan bang Zul jadi tak masalah, jam 10 versi MGI (jam gw masih 10 kurang 20 menit) bis pun mulai melaju. Baru pertama kali gw jalan dari terminal Depok, meski dirasa rada makin jauh, lama perjalanan ternyata gak jauh beda, cuma butuh 3 jam untuk sampai Bandung, jam 13 kita sampe di terminal Bandung, berhubung kepepet jadwal kita putuskan saja untuk lanjut nembak taksi untuk menyusuri Jl Soekarno - Hatta ke arah timur sana, tapi si bapak Taksi udah nembak duluan di harga IDR 100000, deal lah kita. Kalo kepaksa pake duit sendiri sih jangan sampe lebih dari IDR 50000, orang ternyata lokasi target deket juga dari terminal situ.

30 menit sudah kepanasan di dalam taksi menyusuri Soetta, tapi nomor 779 ternyata gak tertulis di gedung-gedung yang udah dilewati, dengan insting untuk mengenali sebuah brand (sok iyey), gedung dimaksud kayaknya udah kelewat, dan kita minta si bapak taksi muter balik di sekitar polda menuju gedung yang udah gw tandain tadi. Tanya pak satpam depan gedung, ternyata bener sampe lah kita di Data Center XL yang bernama Bandung Network Building, tepatnya di samping KPP Pratama Bandung Cicadas.

On Location

Chit chat dikit, barulah kita bisa masuk BNB, salah dugaan yang awalnya kita pikir banyak yang bening-bening, tau nya ni gedung emang khusus DC doang, dan gak tau ni gedung baru atau baru diapain apa gimana, buat mojok sih lumayan sepi, cuman isinye batangan semua XD. Tak lupo isi reg id dan minta approval dari 4 divisi management untuk masuk DC. Di dalem lumayan "anget" dibanding DC tempat lain yang harus siap jaket antartika. SOP dan segala macem nya juga lumayan ketat, good job deh kalo emang beneran dijalankan bukan karena pada takut kena audit :p

3 jam terkunci di dalam DC, akhirnya oprek-oprek pun kelar. Selesai semua kerjaan di BNB tak terbesit sedikitpun mengenai rencana balik, perut tampaknya gemuruh memanggil sesuatu untuk segera masuk, kita baru nyadar cuma sarapan jajanan doang waktu di Depok. Beruntung di BNB sebetulnya kita memang ketemu partner team, dan kebetulan bawa mobil operasional. Sembari menuju arah balik, lanjutlah kita menuju wilayah perkotaan, berhubung di Soetta sekitaran BNB ini masih belum se ramai wilayah kota jadi rada sulit nemu tempat makan yang rada ngabisin anggaran gitu :D. Searching dikit kita putuskan isi perut di Karnivor saja, 1 porsi tenderloin dengan sentuhan blakcpepper dan salad cukup untuk meninabobokan perut, masih keitung cozy lah abis IDR 75000 buat 1 orang. Tepat jam 19 kita cabut dari Bandung, dan 3 jam kemudian sampe juga di Ibukota. Thanks tebengannya Kang Dede XD

Reference

Bandung Network Building XL
Jalan Soekarno-Hatta No. 779 RT/RW 02/10
Kel. Cisaranten Kulon, Kec. Arcamanik
Bandung, Jawa Barat 40293

KPP Pratama Bandung Cicadas
Jalan Soekarno Hatta No. 781 Bandung

Karnivor Restaurant
Jalan Riau No. 127
Bandung, Jawa Barat 40115

Tuesday, December 16, 2014

urus kartu ATM dan KTP hilang

kalo gak ada duit dalam dompet mungkin udah biasa buat sebagian besar orang (apa cuma gw doang), nah yang repot adalah ketika mau ngubek-ngubek recehan dalam dompet eh dompetnya gak ada, banyak cerita tentunya hilangnya sebuah dompet, maka untuk mengasah kreatifitas pemirsa silakan untuk di imajinasikan saja bagaimana proses hilangnya dompet gw, cerita yang sudah dibuat harap dikumpulkan paling lambat 2 minggu setelah pengumuman ini dipublikasikan!

uang gak ada, kartu atm gak ada, itu rasanya... rasanya sama aja di tabungan jg gak ada duitnya soalnya :D, tanpa perlu panik, jadi gw anggap dompet beserta isinya telah tiada, dimana beberapa dokumen terselip didalamnya, diantaranya adalah KTP versi lama, KTP versi baru (e-KTP), NPWP dan beberapa kartu ATM. OK hari ini cukup sampe disini saja.

Esok harinya, senin tanggal 8 Desember 2014 langsung meluncur ke kantor POLSEK Tanjung Duren untuk membuat surat keterangan kehilangan, dokumen tersebut biasa diminta pihak bank untuk keperluan penggantian kartu ATM yang hilang dimana kartu tanda pengenal tidak bisa ditunjukan, kalo tanda pengenal ada (yang digunakan saat buka tabungan) biasanya cukup mengisi formulir permintaan kartu ATM baru saja yang sudah disiapkan pihak bank. Sebelum jalan tak lupa menyempatkan mencetak surat pernyataan kehilangan lengkap dengan data diri serta daftar dokumen penting yang hilang, maksudnya biar gak perlu ditanya-tanyain lagi dan bisa mengefisienkan waktu. Sampe polsek ngantri bentar dan pas giliran di interogasi, gw langsung menyatakan maksud dan tujuan kedatangan tanpa menyertakan cover, latar belakang, serta bab analisa, jadi cukup dengan selembar surat pernyataan yang dibuat seadanya si Bapak Polisi nya udah langsung ngeh. Berharap bisa cepat, ternyata sama saja harus nunggu karena si Bapak nya ngetik dengan 11 jari, mau nawarin diri untuk bantu ngetikin tapi yasudahlah... akhirnya Surat Tanda Laporan Kehilangan pun jadi lengkap dengan cap dan tanda tangan KAPOLSEK, tidak ada biaya apapun untuk pembuatan surat ini alias gratis, jadi kalo ada oknum yang minta harus segera dilaporkan biar bisa ditilang, cuma berhubung gw merasa iba karena si Bapak sudah bersusah payah dan sabar ngetikin, pas salaman gw tempelin selembar duit warna ijio biar bisa digunakan untuk kursus ngetik. OK cukup disini dulu, lanjut besok lagi.

Selasa 9 Desember 2014, bermodal buku tabungan, surat kehilangan kepolisian, dan tanda pengenal (yang ada, Paspor) langsung meluncur ke tempat tujuan pertama, yaitu Bank Mandiri Taman Anggrek, tempat dimana awal buka tabungan Mandiri. Setelah melewati proses verifikasi yang cukup mudah, jadilah kartu ATM yang baru berwarna kuning lengkap dengan nama lengkap tercetak (padahal waktu bikin gak pake), kayaknya gak ada potongan atau biaya pergantian kartu, karena gak diminta juga sih, atau CS nya lupa?

Langsung ngacir ke bank sebelah, ternyata BRI yang di Taman Anggrek itu Cabang Pembantu, jadi kalo mau minta kartu ATM baru, meski awal buka di cabang lain, baru bisa di urus di BRI Cabang juga, dengan informasi yang di peroleh KCP, cabang terdekat adalah BRI Cabang Tanjung Duren. Setelah melewati proses verifikasi yang hampir sama akhirnya kartu ATM warna hijau selesai dibuat dengan tanpa nama lengkap tercetak (padahal waktu awal bikin ada). Bedanya di BRI meski menunjukan tanda pengenal lain, diperlukan juga copy KTP, tapi gak wajib juga kayaknya (asal bisa aja speak2 ke mbak CS nya), juga ada biaya pergantian kartu sebesar IDR 15000 dibayarkan secara cash.

Udah sementara itu dulu saja, untuk kartu ATM bank lain belum coba di urus berhubung waktu awal buka masih pake KTP versi lama, dan gak ada scan atau pun copy nya, pasti lebih ketat verifikasinya, singkatnya males :D.

Kesimpulannya mengurus pergantian kartu ATM dengan tidak menyertakan KTP asli adalah:
  1. Buat Surat Kehilangan Kepolisian dari POLSEK terdekat, GRATIS
  2. Siapkan dokumen-dokumen yang diperlukan verifikasi Bank
  • Bank Mandiri
    • Dokumen yang diperlukan:
      • Surat Kehilangan Kepolisian
      • Buku Tabungan
      • Tanda pengenal resmi (Paspor atau SIM)
    • Tidak ada / tidak diminta biaya pergantian kartu
  • Bank BRI
    • Dokumen yang diperlukan:
      • Surat Kehilangan Kepolisian
      • Buku Tabungan
      • Tanda pengenal resmi (Paspor atau SIM)
      • copy KTP yang digunakan waktu awal buka
    • Biaya pergantian kartu IDR 15000

Hal-hal yang perlu dilakukan adalah:
  1. Menyimpan salinan KTP dalam bentuk fotokopi ataupun scan (sebelum hilang)
  2. Mengaktifkan fitur Online Banking semenjak awal buka tabungan, jadi gak hanya mengandalkan kartu ATM
  3. Menyimpan buku tabungan bank (jarang dipake juga sih) dan tanda pengenal resmi lainnya
  4. Laporkan kepada pihak bank jika kartu ATM hilang dan minta blokir segera, berhubung gak ada isinya gw sih biarin aja, yang penting dana sudah di backup ke akun lain yang dirasa aman (dengan fitur Online Banking)
  5. ntar kalo inget ditambahin

Hal yang akan dilakukan:
  1. Urus bikin KTP baru, belum sempat karena males
UPDATE urus ktp http://blog.bepsml.name/2015/08/upgrade-ktp-seumur-hidup.html

Sekian

Tuesday, March 19, 2013

Laporan Kerja Praktik Telkom Slipi

jadi kemarin itu kebetulan ada test tepat di seberang Telkom Slipi tepatnya di taman anggrek, test apa nya gak cerita deh tanggung nanti melenceng dari judul :P, nah setelah test juga karena sudah niat sebelum berangkat setelahnya mau nyerahin Laporan Kerja Praktik, lho koq? ya bentar ceritanya di lanjut di bawah nih

sekalian mau cerita deh, sebulan Juni tahun lalu, kita orang melaksanakan Kerja Praktik, istilah lainnya Praktik Kerja Lapangan, Praktik Kerja Industri, atau lebih umumnya internship alias magang, bagi sebagian jurusan strata 1, magang tentunya menjadi mata kuliah wajib sebelum melaksanakan projek tugas akhir.

dengan background teknik elektro telekomunikasi kita orang mengajukanlah proposal magang ke telkom pusat yang di gatot subroto itu loh, beberapa kali bolak balik ternyata mulai Juni itu khusus untuk pengajuan magang sudah direlokasi ke telkom yang di jatinegara, setelah CAPE DEH akhirnya meluncur ke jatinegara dengan kesimpulan diterima dan ditempatkan di Telkom Slipi ini

pertamanya tentu kaget dengan dasar memperkirakan jarak tempuh, namun karena kita orang memiliki jiwa pejuang nan tangguh akhirnya berlanjut juga, meskipun kadang-kadang tiap hari telat dengan disengaja heee

awal masuk kita orang ditempatkan di divisi switching atau sentral, berhubung ternyata sepuh telkom slipi pada baik pada praktiknya kita bisa loncat di 3 divisi lainnya yaitu transmisi, multimedia, dan energi atau catu daya, tentu dengan dukungan karyawan yang baik dan friendly dan tidak sombong serta humoris, banyak ilmu yang kita bisa serap dari sana. disamping SDM nya yang ramah, lingkungan telkom slipi ini bisa dikatakan paling nyaman, asri, bersih, dan cukup tenang meski berada di pusat kota diantara gedung-gedung tinggi disekitarnya, sarana dan prasarana juga cukup lengkap lah

tuh kan faktor kenyamanan tadi membuat waktu 1 bulan menjadi terasa singkat meski tiap hari mesti menempuh jarak... hmm pokoknya dari ujung timur ke ujung barat :D

begitulah laporan kerja praktik kita orang, gampang kan membuat laporan kerja praktik hehe, saking gampang nya sampe lupa hard cover untuk laporan yang mau dikasih ke pihak telkom nya seagai kenang-kenangan :D, lupa nya hampir mau 1 tahun pula, itulah mengapa laporannya baru sempat dikasih kemarin :hammer

Telkom Pusat: Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 52, Jakarta 1271
Telkom Jatinegara: Jl. DI. Panjaitan Kav. 42 Jakarta Timur 13350
Telkom Slipi: Jl. S. Parman Kav.8 Jakarta Barat 11440

Friday, March 15, 2013

blog baru username baru cerita baru, oh freak

hola blog, lama tak jumpo :D sepertinya sudah hampir 0.5 dekade (1 dekade = 10 tahun) tak menyentuh blog, terlebih saat menonaktifkan blog lama, dan ternyata username nya ada yang pake (blog tak bertuan ternyata rawan juga) sedih jadinya :P.

OK well yang lama biarlah berlalu, certitanya sekarang bikin baru dengan pilihan username yang baru pula tentunya, teringat punya TLD (Top Level Domain) untuk personal website, username dari blog yang baru diarahkan saja menjadi subomain blog untuk website hehe.

oh-freak nama yang terpilih, jangan tanya kenapa pilih itu ya, pokoknya blog baru gw punya url oh-freak.blogspot.com, yang di redirect menjadi blog.bepsml.name hee. sebetulnya dari dulu suka bingung konten apa untuk memperkaya blog, tapi ya itulah tujuan bikin blog sebagai tempat untuk menampung kebingungan gw :D, tapi janan khawatir, sinetron-sinetron yang berlalu akan coba gw tayangin lagi sebagai ulasan, dan untuk memanjakan penonton tentu dengan dibuatnya blog baru ini, akan ada banyak cerita gila di episode mendatang.

akhir berita, selamat menikmati
disana gunung disini gunung
yang baca bingung lah author nya lebih bingung

:ngacir